Kisah Haru Anak Dari Pendamping Desa yang Raih Tiga Penghargaan dan Wisuda Terbaik AKPOL

  • Whatsapp
f746a67b 3f1b 499e 8cd9 48a9d4de13c2
Nur Umami Diana dan putranya, inzert Ismail Maga.

JAKARTA, BARUKETIK.COM – Nur Umami Diana tak kuasa menahan air mata, begitu melihat buah hatinya dianugerahi tiga penghargaan sekaligus saat wisuda Akademi Kepolisian (AKPOL) angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga.

Tak dinyana, Diana yang bekerja sebagai Pendamping Desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu bisa suskses membuat anaknya yang bernama Ivan Pradipta Mahadika tampil gagah di hadapan para jenderal polisi.

“Ini berkah dari Gusti Allah sebagai Pendamping Desa Teknik Infrastruktur,” ucap Diana sapaan akrabnya, saat ditanya wartawan, Selasa (07/07/20).

Adhi Makayasa merupakan penghargaan tahunan yang hanya diberikan kepada lulusan terbaik bagi setiap matra TNI dan Polri. Namun yang membuat Diana tambah haru ternyata anak kesayangannya itu mendapat 3 macam penghargaan sekaligus.

Pertama, medali dan piagam Adhi Makayasa, yakni prestasi terbaik nilai akhir prestasi komulatif kelulusan. Kedua, medali dan piagam Ati Tangkas Emas, prestasi terbaik I Nilai gatra Keterampilan. Dan yang ketiga, medali dan piagam Ati Tamba Emas, prestasi terbaik I nilai gatra kesehatan.

Medali dan piagam penghargaan yang menjadi cita-cita semua para calon perwira polisi itu diberitakan langsung oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz. Perjuangan Diana sebagai Pendamping Desa sudah terbalas dengan melihat sang buah hati berdiri gagah dihadapan jenderal berbintang empat.

Kebahagiaan Diana semakin sempurna, karena prestasi anaknya juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri lewat twitternya.

“Alhamdulillah, turut bangga. Selamat buat Bu Diana (salah satu Pendamping Desa di Kabupaten Kendal Jawa Tengah) yang berhasil mengantarkan putera tercinta meraih Adhi Makayasa Akpol 2020. Semoga barokah dan bermanfaat,” demikian twit Gus Menteri.

Diana menjadi Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kemendes PDTT sejak 2016 silam. Selama bertugas, Diana dikenal tekun dan “telaten” mendampingi Kepala Desa dan Masyarakat, khususnya dalam bidang infrastruktur.

Pendamping Desa dengan prestasi Ivan tidak bisa dipisahkan, prestasi demi prestasi itu ia dapatkan seiring dengan doa dan pengamdian Diana sebagai seorang Pendamping Desa yang diluncurkan pada 2015 oleh presiden melalui Kemendes PDTT.

Hingga saat ini, Kemendes PDTT dipimpin Gus Menteri, Diana masih seperti Diana yang dulu, ia setia mendampingi para kepala desa desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kerjasama desa, pengembangan BUMDes tanpa dibayangi nama cemerlang sang anak.

Ismail Maga, Tenaga Ahli Madya/Konstan Pendamping Wilayah Sulut, mengatakan kisah Diana bisa menginspirasi para pendamping desa di Sulut, bahwa apapun tujuan hidup kita asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh Insyaallah akan berhasil.

“Kerjakan tugas kita, karena berbakti adalah ibadah, pasti ada balasan yang baik pula,” imbuh Ismail, yang juga Sekretaris PW Ansor Sulut ini, Kamis (09/07/2020).

 

 

Reporter: Hidayat

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *