Nabi Ayyub: Ujian, Siapakah, Mukjizat, Sifat, Kisah

Nabi Ayyub: Ujian, Siapakah, Mukjizat, Sifat, Kisah

BARUKETIKNabi Ayyub: Ujian, Siapakah, Mukjizat, Sifat, Kisah. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Baru-baru ini banyak sekali orang yang ingin mempelajari tentang nabi ayyub, seperti apa ujian yang dilewatinya.

Siapakah Nabi Ayyub itu, mukjizat apa yang telah beliau alami, sifat yang beliau miliki serta kisah lengkap Nabi Ayyub’alaihis salam.

Baruketik akan mengulasnya sampai tuntas menggunakan berbagai referensi, berikut ini ulasan lengkap tentang nabi Ayyub.

Siapakah Nabi Ayyub?

Nabi Ayyub merupakan nabi yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria ( Nama Lain: Kaum Aramin ) di Haran, Syam. Nabi Ayyub a.s ditugaskan pada tahun sekitar 1540-1420 sebelum masehi (SM).

Nabi Ayyub ‘alaihis salam diangkat menjadi Nabi pada tahun 1500 SM. Namanya disebutkan 4 kali di dalam kitab Al-Qur’an. Beliau memiliki 26 anak.

Nabi Ayyub wafat di Huran, Syam. Ada juga mengatakan ibunda Nabi Ayyub adalah anak dari Nabi Luth ‘alaihissalam. Yang mahsyur Nabi Ayyub adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ayyub hidup di tengah-tengah kaumnya dengan selalu berzikir.

Ujian Nabi Ayyub

Nabi Ayyub diuji mengalami sakit dalam waktu yang sangat lama. Nabi Ayyub menghadapi ujian tersebut dengan sabar. Bahkan dikenal dengan Nabi yang paling sabar dan terus beribadah kepada Allah SWT.

Nabi Ayyub yang semula kaya raya dibangkrutkan oleh Allah. Ayyub yang semula mempunyai banyak putra, satu persatu dicabut nyawanya hingga tidak tersisa.

Nabi Ayyub yang semula gagah, sehat, ditimpa penyakit yang tidak ada obatnya. Bahkan lebih memprihatinkan, badan Nabi Ayyub membusuk sehingga banyak belatung menempel di tubuhnya. Istri-istrinya, satu persatu meninggalkannya. Hanya satu yang setia justru paling cantik di antara semua.

Lebih miris lagi, Nabi Ayyub diasingkan masyarakat yang awalnya memuja dan menghormatinya. Kemudian dia hidup terpencil di sebuah gua.

Dalam situasi seperti itu, Nabi Ayyub tetap ingat dan patuh kepada Allah. Beliau selalu rajin berdoa meminta kesembuhan dan ketabahan menerima segala ujian hidup. Setiap kali akan sholat, beliau mencabut puluhan belatung yang menempel di lukanya. Meskipun demikian, Nabi Ayyub tidaak pernah membunuh belatung itu. Karena pantang baginya membunuh sesama makhluk ciptaan Allah.

Cobaannya tersebut sangat luar biasa, namun beliau bisa melewatinya. Banyak orang yang mengagumi kesabaran Nabi Ayyub. Bisa dikatakan kesabarannya berada di atas puncak kesabaran.

Ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita yang sering mengeluh ketika mendapatkan penyakit yang baru beberapa hari saja. Atau ketika mendapatkan masalah apapun yang tidak seberapa dibadingkan Nabi Ayyub.

Nabi Ayyub dijadikan sebuah simbol kesabaran, cermin kesabaran dan teladan kesabaran pada setiap bahasa, agama dan budaya.

Mukjizat Nabi Ayyub

Mukjizat Nabi Ayyub yaitu hentakan kakinya ke tanah mampu mengeluarkan air. Semua penyakit dapat sembuh dan sirna dengan meminum air yang keluar dari tanah yang keluar dari hentakan kakinya tadi.

Selain itu kesabaran yang luar biasa yang telah kita bahas tadi juga disebut sebagai Mukjizat Nabi Ayyub.

Sifat Nabi Ayyub

Sifat Nabi Ayyub dikenal dengan sifat sabar dan penyayang. Karena dua sifat baik yang patut diteladani miliknya, Allah membanggakan Nabi Ayyub kepada seluruh makhluk-Nya.

Anda bisa mengetahui seberapa sabar dan penyanyangnya Nabi Ayyub pada bagian Ujian Nabi Ayyub di atas.

Kisah Nabi Ayyub

Suatu hari Nabi Ayyub dan istrinya tak memiliki apa pun untuk di makan. Mereka kelaparan, namun tetap tawakal dan bersabar. Tapi, istrinya semakin tak tega melihat Nabi Ayyub semakin parah. Istri setia itu kemudian ke pasar untuk menjual rambutnya agar dapat membeli makanan.

Nabi Ayyub tidak gembira apa yang telah dilakukan istrinya. Justru dia malah marah karena istrinya telah menyalahi hukum Allah dengan menjual rambut demi makanan. Nabi Ayyub bersumpah, bila Allah memberi kesembuhan dia akan menghukum istrinya mencambuk 100 kali.

Nabi Ayyub kemudian diberi kesembuhan dan lulus ujian. Lalu dia ingin melaksanakan sumpahnya itu menghukum istrinya. Akan tapi karena mengingat ketulusan dan kesalehan si wanita, Allah yang maha penyayang mengajari bagaimana menghukum tanpa menyakiti. Caranya, 100 lidi diikat menjadi sapu lantas dipukulkan dengan keras. Ini berarti telah memukul 100 kali sekaligus.

Itulah segala hal yang dapat diteladani dari Nabi Ayyub. Semua cobaan dan ujian yang diberikan sama sekali tidak mengurangi sedikitpun iman dan kesabarannya.

Terima kasih telah berkunjung di baruketik.com.

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *